Sabtu, 30 Juli 2011

Absurditas di balik Wajah Rupawan


Resensi ini dimuat di Harian Pelita, Sabtu 30 Juli 2011


Judul buku     : Uglies
Penulis            : Scott Westerfield
Penerbit          : Matahati, Jakarta
Cetakan          : Pertama, 2010
Tebal buku     : 432 halaman
Harga              : Rp.63.000,-



“Tak ada kecantikan luar biasa yang tak memiliki kelemahan” (Francis Bacon, Essays, Civil and Moral, “Of Beauty”)

Kutipan yang ditulis Francis Bacon (1561-1626) di atas, tampaknya sangat tepat mengungkapkan isi novel ini. Walau bagaimana pun, kecantikan dan wajah rupawan tak akan pernah bisa tampil sempurna. Di balik kecantikan yang terlihat di permukaan, tak jarang menyimpan absurditas --dan rahasia. Absurditas di balik wajah rupawan itulah yang didedahkan Scott Westerfield dalam novel bertitel Uglies ini.

Sabtu, 25 Juni 2011

Konspirasi Politik dan Eksistensi Sebuah Keberanian

Resensi buku ini dimuat di Harian Pelita, Sabtu 25 Juni 2011

Judul buku : Moribito, Guardian of the Darkness
Pengarang  : Nahoko Uehashi
Penerbit      : Matahati, Jakarta
Cetakan      : Pertama, Oktober 2010
Tebal buku  : 342 halaman
Harga buku : Rp 58.500,-

AMBISI untuk berkuasa, sering kali membutakan hati nurani manusia dari peta kebenaran. Tak mustahil, segala cara pun lantas dilakukan. Demi meraih kekuasaan itu, seseorang bahkan tak segan-segan mengorbankan orang yang tak bersalah, menghianati saudara sendiri hingga berani melakukan pembunuhan. Ironisnya lagi, “nafsu” di balik ambisi itu pun bisa memercikkan sengketa dan penderitaan bagi orang lain –yang tidak berada dalam lingkaran kerajaan.

Minggu, 19 September 2010

Kisah Petualangan Pangeran Kecil

resensi buku ini dimuat di Jurnal Nasional, Minggu 19 September 2010

Judul buku : Moribito, Guardian of the Spirit
Pengarang : Nahoko Uehashi
Penerbit : Matahati, Jakarta
Cetakan : Pertama, November 2009
Tebal buku : 349 halaman

HIDUP memang penuh misteri. Apa yang akan terjadi besok, sungguh tidak bisa diduga. Roda kehidupan terus berputar membawa perubahan nasib pada setiap manusia. Himpitan Ujian dan cobaan, tak dapat disangkal, selalu mewarnai kehidupan manusia, dan menggelindingkannya dari satu babak --kehidupan-- ke babak selanjutnya. Tidak salah, jika nasib seseorang bisa berubah tiba-tiba. Bisa jadi seseorang yang tadinya hidup dalam kemuliaan, tapi putaran nasib kemudian menyeretnya pada kehidupan yang penuh liku dan petualangan.

Minggu, 25 Juli 2010

Bertamasya ke Jepang Lewat Novel

resensi buku ini dimuat di Jurnal Nasional, Minggu 25 Juli 2010

Judul buku : Kisah Klan Otori: Heaven’s Net is Wide
Penulis : Lian Hearn
Penerjemah : Meithya Rose Prasetya
Penerbit : Matahati, Jakarta
Cetakan : Pertama, November 2009
Tebal buku : 786 halaman
Harga : Rp. 99.000,-

SEBUAH prestasi yang mengagumkan! Mungkin, itulah ungkapan yang pas buat capaian Lian Hearn, Kisah Klan Otori. Sejak dirilis pertama kali, buku awal trilogi Klan Otori: Accross the Nightingale Floor (Australia: 2002) langsung “menyedot” perhatian pembaca. Tak heran, serial yang ditulis pengarang kelahiran Inggris yang bernama asli Gillian Rubinstein dengan riset panjang -mulai tahun 1993- ini, bisa menyabet berbagai penghargaan. Bahkan saat ini, Kisah Klan Otori –yang meliputi Heaven`s Net is Wide (prekuel), Across the Nightingale Floor, Grass for His Pillow, Briliance of the Moon (trilogi) dan The Harsh Cry of the Heron (sekuel)-- sudah terjual di 36 negara dan jadi best seller di seluruh dunia.

Sabtu, 25 Juli 2009

Online Pertamaku

Malam ini, aku mencoba membongkar-bongkar memoriku yang mengendap dalam kepingan peristiwa kurang lebih 10 tahun yang lalu, yakni tahun 1999. Tahun itu, aku baru mulai menapaki bangku kuliah, sekaligus tahun pertamaku mengenal dan menjelajah dunia internet. Ketika kepingan peristiwa itu berkelebat, aku pun tersenyum simpul, mengenang peristiwa yang telah terjadi 10 tahun yang lalu itu. Ya, peristiwa saat pertama kali aku membuat email dan mengirimkan pesan lewat email.

Sebenarnya, saat pertama kali membuat email, aku tak menemukan suatu hambatan yang serius atau cukup berarti. Karena selain aku cukup lumayan menguasai bahasa Inggris ~sebagai bahasa universal dalam internet~, aku juga ditemani oleh salah seorang temanku yang cukup jago dalam bermain internet. Yang lucu adalah saat mengirimkan pesan via email. Bagaimana tidak? Aku mengirimkan pesan via email kepada teman-teman sekelas kuliahku, yang hampir setiap hari aku temui. Lucunya lagi, isi pesanku itu sama sekali tidak penting. Jadi, hanya sekedar mencoba mengirim email saja intinya. Oya, email pertamaku adalah Sakura_15@lovemail.com. Alasanku memilih nama Sakura adalah karena aku sangat suka dengan bunga Sakura dan hal-hal yang terkait dengan negeri Sakura. Sedangkan underscore angka 15 yang menunjukkan tanggal kelahiranku, aku tambahkan karena aku tidak diperbolehkan memakai ID Sakura saja. And then, how about lovemail.com? Ha ha, silahkan tebak saja.

Setelah berkirim pesan via email, aku juga tertarik untuk mencoba dunia chatting, berkomunikasi secara maya dengan seseorang yang berada di belahan dunia sana. Dalam hal chatting, aku lebih tertarik untuk chat dengan orang yang berasal dari luar Indonesia. Ya, ada kesenangan dan tantangan tersendiri ketika aku mencoba berbicara bahasa asing dengan mereka. Akan tetapi pengalaman chat dengan orang asing tidak selalu menyenangkan. Pernah juga aku ditanya yang aneh-aneh. Kalau demikian, biasanya aku langsung kabur. Pernah waktu itu, baru saja mulai chatt tiba-tiba aku sudah ditanya, "What do you think about free sex?" Ho ho ho, tanpa aku jawab, langsung aja aku tutup kotak chatnya.

Pengalaman lucu saat chatting adalah ketika aku chat dengan orang Mesir via ICQ. Tentu saja meggunakan bahasa Arab. Lucunya, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, karena tulisan fontnya sangat aneh. Aku pun memintanya untuk berbicara bahasa Inggris saja. "Can you speak English?", begitu tanyaku padanya. Tetapi rupanya, dia tidak bisa berbicara bahasa Inggris. "Arabic" begitu jawabnya. Lalu ia pun kembali berbicara dengan font-font yang aneh. "La afham kalamuk" (aku tidak faham perkataanmu). Selanjutnya, ia membalas dengan bahasa Arab yang ditransliterasikan dengan huruf latin, "Min aina anti?" (dari mana asalmu?). "Ana min Indonesia" (saya dari Indonesia). Kemudian chatting kami pun berlanjut. Kadang, kalau aku sedang tidak online, maka dia pun meninggalkan pesan untukku. Oya, tentang font-nya yang aneh itu, setelah kufikirkan sekarang, aku membuat dugaan bahwa komputer yang dia pakai, juga program ICQnya, memakai settingan Arabic. Sehingga ketika tulisannya yang diketik dengan font Arab itu sampai di komputerku, maka berubahlah ia menjadi tulisan dengan huruf-huruf yang aneh, karena komputer yang kupakai tidak diset Arabic.

Pengalaman lucu yang lain adalah saat aku mengirimkan sms ke HP teman-temanku via ICQ. Dasar aku orangnya jahil dan iseng! Tentu saja, aku tidak memakai ID nama asliku, bahkan sering aku ganti-ganti. Kepada teman perempuanku aku memakai ID Joko, lalu aku pun mengirimkan sms untuk menggodanya. Aku tidak terlalu ingat sms apa yang aku kirimkan saat itu, juga sms balasannya. Yang jelas, saat itu aku tertawa-tawa dibuatnya. Oya, pernah juga aku ngisengin kakak angkatku, Deden namanya. Karena dia orang Sunda ~sedang aku tidak bisa bahasa Sunda" maka aku mengajak temanku yang bisa berbahasa sunda untuk menterjemahkan kata-kataku he he.

Ya itu adalah bagian dari pengalamanku saat aku masih kuliah dulu. Lain lagi dengan pengalamanku 7 bulan yang lalu, saat pertama kali aku membuat blog. Aku dilanda kebingungan. Sebenarnya bukan hal teknis (gaptek) yang jadi permasalahannya. Dari dulu, aku terbiasa belajar otodidak. Ya, "asal berani mencoba", itulah mottoku. Maka sebelum membuat blog, aku juga sudah mempersiapkannya. Aku beli buku tentang blog, lalu aku pun melahapnya. Yang jadi masalah adalah ketika blog itu sudah selesai kubuat. Aku disergap kebingungan. "Waduh, aku harus menulis apa nih?". Untuk lebih jelasnya, silahkan baca kutipan tulisan pertamaku berikut ini:

"Hari ini adalah hari pertama aku berkreasi dengan blogku. Agak bingung juga ketika tiba-tiba aku merasa seperti ditodong harus membuat tulisan untuk blogku ini. Terus terang saja, aku bukan orang yang pintar menulis, bahkan jauh dari pintar. Semalaman bisa jadi aku memegang pensil dan selembar kertas untuk menulis, maklum aku tidak punya komputer ataupun laptop, akan tetapi hasilnya bisa jadi hanya sebuah tulisan yang jauh dari bagus yang akhirnya kucorat-coret sendiri. "Hh... menulis itu memang tidak mudah!", begitu kataku berapologi."

Ya, aku memang bukan seorang yang pintar menulis, maka tidak akan kau dapati tulisan yang bagus dalam blogku. Akan tetapi aku yakin, suatu saat tulisanku pasti bagus. Kapan itu? aku tidak tahu. Ya, "asal berani mencoba". Walaupun begitu, banyak juga yang bilang kalau blogku ini cukup keren. Ya, menurutku juga begitu. he he. Di blogku ini aku juga mempublikasikan film pertamaku (Ayat-ayat Cinta 2). Sebuah film yang aku bintangi, sutradarai, edit dan produseri sendiri. Semua serba sendiri. Selain film, aku juga mempublikasikan rekaman audioku yang sedang bercerita. Sebenarnya itu adalah rekaman videoku yang sedang beraksi layaknya seorang pembawa acara di TV, tapi karena terlalu lama uploadnya (karena durasinya panjang) maka aku ganti menjadi audio saja.

Dan terakhir, ini adalah pengalaman pertamaku ikut lomba secara online. Aku tidak berharap untuk menang, karena aku pikir, pasti banyak penulis yang lebih jago dariku yang ikut lomba "ulang tahun ke-11 detikcom" ini. Ya, aku hanya turut berpartisipasi dan memeriahkannya saja. Akhirnya, selamat ulang tahun Detik. Semoga makin bersinar dan berjaya!


Tag: “ulang tahun ke-11 detikcom