Minggu, 08 Februari 2009

Cinta...??? (episode 1)


You'll never know what love is until you feel it(kamu tidak akan pernah tahu apa itu cinta sampai kamu mengalaminya), begitulah yang pernah saya tulis dalam buku catatan saya beberapa tahun yang lalu. Kemudian, setelah kita tahu rasanyapun mungkin kita masih punya kesulitan dalam hal memverbalisasikannya, menterjemahkan rasa yang abstrak itu ke dalam kata-kata.

Hm...cinta, apa itu cinta? Sejenak mata saya terpejam (he..he.. ini ajaran teman saya) mencoba berfikir, menggali memori tentang cinta. Sejurus kemudian meluncurlah sebuah kalimat dari mulut saya: "Love is like a flower that lean toward the sun" (cinta itu bagaikan bunga yang condong ke arah matahari).

Hm.. sebenarnya kata-kata ini tidak murni dari saya. Ketika saya sedang berfikir tadi, mencoba mencari dan memutar video memori tentang diri saya ketika mencinta (aduh..kok diri sendiri dijadikan obyek ya..he..he..) maka saya mendapati mata, hati, fikiran dan laku saya mengarah pada orang yang saya cinta. Mata saya hanya memandangnya, hati saya hanya miliknya, fikiran saya hanya memikirkannya dan semua yang saya lakukan adalah untuk kebahagiaannya he..he..he..

Kemudian sayapun jadi teringat pada lagu yang dinyanyikan oleh salah satu anggota spice girl yang bernama Melanie Brown, begini syairnya:
I turn to yo...
Like flower leaning toward the sun
I turn to you ‘Cause you’re the only one
Who can turn me arround
When i’m upside down
I turn to you.....

Selain itu, samar-samar saya teringat pada definisi yang diberikan oleh Abu Hamid al-Ghazali tentang cinta. Menurut al-Ghazali, cinta adalah condongnya hati pada sesuatu yang indah. Ya, hati kita ini memang cenderung suka pada yang indah-indah. Sebagai contoh, saya lebih suka pada baju yang berwarna hitam daripada yang berwarna merah he..he.. Karena, buat saya hitam itu indah. Jadi keindahan itupun relatif sifatnya, so demikian juga dengan cinta. Anda tidak perlu menjadi terheran-heran jika mendapati fakta bahwa ternyata orang yang saya cinta itu tidaklah terlalu tampan, atau bahkan sangat jauh dari tampan menurut ukuran anda. Mungkin dari segi fisik dia hitam kulitnya, kribo rambutnya dan lain-lain. Akan tetapi di balik itu semua terdapat suatu keindahan yang luar biasa yang bila anda melihatnya maka mungkin andapun akan jatuh cinta padanya.

Ya keindahan itu memang tidak terbatas pada keindahan lahir (fisik) saja melainkan juga keindahan batin (inner beauty). Keduanya sama-sama bagaikan magnet yang mempunyai daya tarik yang kuat. Hanya saja bedanya yang pertama seperti magnet yang terbuat dari besi (kemagnetannya sementara dan mudah hilang) sedangkan yang kedua terbuat dari baja (permanen dan tidak mudah hilang). Jadi, saran saya jika ada seseorang yang mencintai anda maka janganlah itu karena ketampanan/kecantikan lahir anda. Cinta yang demikian itu tidak bertahan lama karena ketampanan/kecantikan itu tidaklah abadi. Cinta karena ketampanan/kecantikan akan memudar dan menghilang bersama pudar dan hilangnya ketampanan/kecantikan itu.

Saran saya lagi, perkuatlah magnet baja anda. Pertampanlah/percantiklah keindahan batin anda. Karena sekali pesonanya menarik seseorang maka akan sangat susah bagi dia untuk bisa lepas dari anda he..he..he..

Bersambung...

3 komentar:

Noura Qalbi mengatakan...

"Mata saya hanya memandangnya, hati saya hanya miliknya, fikiran saya hanya memikirkannya dan semua yang saya lakukan adalah..."

Tolong kata-kata ini jangan dipahami secara hakiki ya...
Yang hakiki adalah la mahbuba illallaah...Inna sholaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil 'alamiin... ;)

Sopandi mengatakan...

stuju pisan.. tiada cinta kecuali karena Allah.. smanget terus..

elishof mengatakan...

tak doain deh.. semoga titik titik.... :-) tlg di isi sendiri ya titik titiknya..