Minggu, 15 Maret 2009

The World is Just a Reflection

Dunia hanyalah sebuah refleksi (pantulan), kalimat ini berkali-kali berputar-putar di kepala saya. Ya, dunia ini memang hanya sebuah pantulan dari sebuah cermin raksasa yang bernama lauh al-mahfudz. Segala sesuatunya tentang dunia sudah tertulis di sana, sedang apa yang ada dan terjadi di dunia ini hanyalah manifestasinya saja.

Demikian juga yang terjadi pada diri kita, ini hanyalah pantulan saja. Semuanya sudah tertulis, jauh sebelum segala sesuatunya tercipta. Dan itu sudah tidak bisa dirubah, tinta itu sudah kering. Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Ya... ridlo sajalah... dari pada tidak ridlo? nanti Tuhan bisa marah. Lagi pula percayalah... Dia itu Maha Bijak dan Maha Tahu. Juga Maha penyayang... jadi apa lagi yang kurang???

Qul lan yushibana illa maa kataballahu lanaa huwa maulaana wa 'alallahi fal-yatawakkalil mu'minuun...

... fa qul Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa robbul 'arsyil 'adziim...

Manusia ini ibarat wayang dan Tuhanlah dalangnya, apa yang terjadi pada wayang maka itu adalah terserah dalang. Tidak pernah ada satu wayangpun yang pernah meminta untuk diberi lakon ini ataupun lakon itu, karena wayang bukan dalang, dan wayang tak akan pernah bisa jadi dalang, begitu juga dengan manusia. Hanya manusia yang tak tahu dirilah saja yang berani memposisikan dirinya sebagai Tuhan, baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain.

4 komentar:

Sopandi mengatakan...

Innal Abbroro lafii na'im Wa innal fujjaaro lafii jahim, qad aflahaman dzakkaha wa khobaman dassaha.. man anta.. fa aina tadzhabuun.. ma khalaq tul jinna wal insa illa liya' buduun.. barakallahu fiq..

Azizah Mufidah mengatakan...

Noura.... bisa serius juga ha ha...
Yap memang benar semua sudah digariskan Allah, qt hanya bisa ridho atas takdir - Nya.
Sabar ya mbak......

Noura Qalbi mengatakan...

Ku gak mau sabar ah... sabar itu pahit! ku mau yang manis aja:-)

M.Iqbal Dawami mengatakan...

wow, eksistensialis banget :D